Bab.1
Tahanan Jenis Tanah
Tahanan jenis tanah berbeda-beda pada tiap tempat di dunia dan berubah - ubah
setiap musim. Tahanan jenis tanah ditentukan berdasarkan kandungan
elektrolitnya yaitu berupa titik embun, mineral dan kandungan garamnya. Area
tanah yang kering akan mempunyai tahanan jenis tanah yang tinggi apabila
mengandung garam yang tidak mudah larut.
Pentingnya tahanan jenis tanah ini untuk diketahui karena tahanan jenis
tanah mempunyai beberapa manfaat yaitu :
1. Beberapa data yang diperoleh dari survey geofisika dibawah permukaan bumi
dapat membantu untuk identifikasi lokasi pertambangan, kedalaman batubatuan
dan phenomena-phenomena geologi lainnya.
2. Tahanan jenis tanah mempunyai pengaruh langsung terhadap korosi pipa-pipa bawah tanah. Apabila tahanan jenis tanah semakin meningkat maka aktivitas
korosi akan semakin meningkat pula.
3. Tahanan jenis lapisan tanah mempunyai pengaruh langsung dalam sistem
pembumian. Ketika merencanakan sistem pembumian, sebaiknya dicari lokasi
yang mempunyai tahanan jenis tanah yang terkecil agar tercapai instalasi
pembumian yang paling ekonomis.
Faktor keseimbangan antara tahanan pembumian dan kapasitansi di
sekelilingnya adalah tahanan jenis tanah yang direpresentasikan dengan r. Harga
tahanan jenis tanah dalam kedalaman tertentu tergantung pada beberapa faktor
yaitu :
1. Jenis tanah : liat, berpasir, berbatu dan lain-lain.
2. Lapisan tanah : berlapis-lapis dengan tahanan jenis berlainan atau seragam.
3. Komposisi kimia dari larutan garam dalam kandungan air
4. Kelembaban tanah
5. Temperatur tanah
6. Kepadatan tanah
Pengaruh Keadaan Struktur Tanah
Tahanan jenis tanah bervariasi dari 500 sampai 50000 Ohm per cm3.
kadang-kadang harga ini dinyatakan dalam Ohm-cm. Pernyataan Ohm-cm
merepresentasikan tahanan di antara dua permukaan yang berlawanan dari suatu
volume tanah yang berisi 1 cm3. Kesulitan yang biasa dijumpai dalam mengukur
tahanan jenis tanah adalah bahwa dalam kenyataannya komposisi tanah tidaklah
homogen pada seluruh volume tanah, dapat bervariasi secara vertikal maupun
horizontal, sehingga pada lapisan tertentu mungkin terdapat dua atau lebih jenis
tanah dengan tahanan jenis yang berbeda. Untuk memperoleh harga sebenarnya
dari tahanan jenis tanah, harus dilakukan pengukuran langsung ditempat dengan
memperbanyak titik pengukuran.
Pengaruh Unsur Kimia
Untuk mendapatkan tahanan jenis tanah yang lebih rendah, komposisi
kimia tanah diubah dengan memberikan garam pada tanah dekat elektroda
pembumian. Cara ini hanya baik untuk sementara sebab proses penggaraman
harus dilakukan secara periodik, sedikitnya 6 (enam) bulan sekali.
Cara lain untuk mendapatkan tahanan jenis tanah yang rendah adalah
dengan memberikan air atau membasahi tanah. Harga tahanan jenis tanah pada
kedalaman yang terbatas sangat tergantung dengan keadaan cuaca. Untuk
mendapatkan tahanan jenis tanah rata-rata untuk keperluan perencanaan, maka
diperlukan penyelidikan atau pengukuran dalam jangka waktu tertentu.
Pengaruh Iklim
Untuk mengurangi variasi tahanan jenis tanah akibat pengaruh musim,
pembumian dapat dilakukan dengan menanam elektroda pembumian sampai
mencapai kedalaman di mana terdapat air tanah. Kadangkala kelembaban dan
temperatur bervariasi di sekitar elektroda pembumian sehingga harga tahanan
jenis tanah harus diambil untuk keadaan yang paling buruk, yaitu pada keadaan
tanah kering dan dingin.
Tahanan jenis tanah akan dipengaruhi pula oleh besar kecilnya konsentrasi
air tanah atau kelembaban tanah jika konduktivitas tanah semakin besar maka
tahanan jenis tanah semakin kecil.
Pengaruh Temperatur Tanah
Temperatur tanah sekitar elektroda pembumian juga berpengaruh pada
besarnya tahanan jenis tanah. Hal ini terlihat sekali pengaruhnya pada temperatur
di bawah titik beku air (0°C). Di bawah harga ini penurunan temperatur yang
sedikit saja akan menyebabkan kenaikan harga tahanan jenis tanah dengan cepat.
Gejala di atas dapat dijelaskan sebagai berikut ; pada temperatur di bawah
titik beku air (0°C) , air di dalam tanah akan membeku, molekul-molekul air
dalam tanah sulit untuk bergerak, sehingga daya hantar listrik tanah menjadi
rendah sekali. Bila temperatur tanah naik, air akan berubah menjadi fase cair,
molekul-molekul dan ion-ion bebas bergerak sehingga daya hantar listrik tanah
menjadi besar atau tahanan jenis tanah turun. Pengaruh temperatur terhadap
tahanan jenis tanah dapat dihitung dengan rumus di bawah ini :
( t) t r =r 1+a 0
dimana :
r t = tahanan jenis tanah pada t°C.
r o = tahanan jenis tanah pada 0°C
a o = koefisien temperatur tahanan per °C pada 0°
t = temperatur yang timbul (°C)
Bab.2
Pengukuran tahanan dan jenis tanah
Berdasarkan Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000)
tahanan jenis tanah dari berbagai jenis tanah dapat dilihat pada
| Jenis Tanah | Tahanan Jenis Tanah (W-m) |
| Tanah Rawa | 30 |
| Tanah Liat dan Tanah Ladang | 100 |
| Pasir Basah | 200 |
| Kerikil Basah | 500 |
| Pasir dan Kerikil Kering | 1000 |
| Tanah Berbatu | 3000 |
Untuk perhitungan digunakan Tabel Resistansi Rata-rata Jenis Tanah
| Jenis Tanah | Resistansi Jenis (Ohm - meter) |
| Tanah organik yg basah | 10 |
| Tanah basah | 100 |
| Tanah kering | 1000 |
| Lapisan tanah keras | 10000 |
Metoda yang paling akurat dalam pelaksanaan pengukuran tahanan jenis tanah
rata-rata adalah dengan menggunakan metoda 4 titik. Elektroda kecil sebanyak 4
batang ditanam dalam 4 lobang pada kedalaman b dan diberi jarak (pada suatu
garis lurus) sebesar a. Arus uji I dialirkan diantara dua elektroda terluar dan
potensial V diantara 2 elektroda terdalam diukur dengan voltmeter dengan
impedansi yang tinggi. Kemudian V/I memberi nilai tahanan R dalam W.
Ada dua variasi metoda ini yaitu :
1. metoda Wenner
Dengan metoda ini elektroda diatur dengan jarak yang sama (Gbr 2.10a.)
bila a sebagai jarak antara dua elektroda berdekatan, maka tahanan jenis r
adalah :

Harus dicatat bahwa persamaan ini tidak berlaku untuk batang pembumian
yang ditanam sedalam b; persamaan ini hanya berlaku untuk elektroda kecil
yang ditanam pada kedalaman b, dengan kawat penghubung berisolasi.
Bagaimanapun pada prakteknya, 4 batang elektroda biasanya ditempatkan
segaris sejauh a dengan kedalaman kurang dari 0,1 a. Dengan demikian kita
dapat mengasumsikan b = 0 dan Persamaan diatas menjadi :
r = 2paR
Penjelasan secara matematis mengenai metode wenner ini dapat dilihat sbb:
Gambar. metoda wenner

2. Schlumberger-Palmer
Salah satu masalah pada metoda Wenner adalah pengurangan secara cepat
nilai potensial antara dua elektroda sebelah dalam bila jarak keduanya
ditingkatkan pada nilai yang relatif besar. Seringkali instrumen komersil tidak
cukup melakukan proses pengukuran pada nilai potensial rendah. Untuk
mengukur tahanan jenis dengan jarak yang jauh antara elektroda arus dapat
digunakan. Probe tegangan dibuat semakin dekat dengan elektroda arus.
Ini akan meningkatkan nilai potensial yang diukur.
Rumusan yang digunakan dalam permasalahan ini dapat ditentukan secara
mudah. Bila kedalaman elektroda b relatif kecil terhadap jarak d dan c maka
tahanan jenis yang diukur dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :
r = p c (c + d ) R/d
Tidak ada komentar:
Posting Komentar